PERJALANAN TUGAS AKHIR SEORANG MAHASISWA
Di Balik kesuksesan yang Q-ta
raih
Ada orang yang membuat Q-ta
sukses
Yaitu Orang Tua, Guru, Keluarga
dan Teman
Bulan Februari entah tanggal berapa aku lupa….hehehe… merupakan
hari yang telah aku nanti-nanti selama berminggu-minggu aku tunggu, yaitu pengumuman ter ACCnya judul skripsi
yang aku ajukan dan Alhamdulillahnya judul aku di terima. Akan tetapi pada hari
itu aku sangat sedih, aku berfikir aku tidak bisa menyelesaikan tugas akhirku,
karna pada waktu itu aku sedang melaksanakan umroh selama satu bulan bersama
keluarga sehingga aku mengaggap jatah menulis skripsi tertunda. Aku terus
berfikir, aku tidak boleh berlarut dalan kesedihan karna dengan bersedih aku
tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini. Pada waktu aku melaksanakan umroh
tawaf dan sa’I aku menyempatkan diri untuk terus berdoa dan meminta pertolongan
pada Allah agar aku bisa menyelesaikan tugas akhir tempat pada waktu yang telah
ditentukan. Dan aku terus berdoa agar aku dapat pembimbing yang sabar, perhatian
dan yang selalu memberiku semangat.
Bulan Februari entah tanggal berapa aku juga lupa….hehehe… pengumuman
dosen pembimbing sudah ditentukan aku mendapat kabar dari teman bahwa aku
mendapat dosen pembimbing Bapak Syamsul Hadi. Aku tidak tahu mana yang bapak
Syamsul Hadi, karna sebelumnya aku belum pernah diajari oleh beliau. Karena
bertepatan aku masih di Mekkah aku mengrim pesan lewat email dengan bapak
syamsul yang merupakan nama panggilan dari Bapak Syamsul Hadi.
Sebenarnya aku tidak enak karena lewat email tapi apa boleh
buat, rasa malu dan rasa tidak enak aku buang karna jika aku terus menrus
mempunyai rasa itu tugas akhirku tidak akan selesai dan itu merupakan tugas
dosen pembimbing dan juga aku. Alhamdulillahnya pak syamsul begitu merespon setiap
email yang aku krim. Setiap email yang aku kirim pak syamsul selalu
membalasnya. “ Ya Allah terimakasih engkau telah memberiku dosen pembibing yang
begitu pengertian” Dalam benakku. Selama aku pulang dari umroh sekitar satu
minggu tugas akhir yang telah aku kerjakan aku kirim kepada pak syamsul untuk
dikoreksi. Selama dirumah aku tidak tenang karena aku dihantui oleh rasa takut,
takut tidak bisa menyelesaikan tugas akhir. Aku iri sama teman-teman, kerana di
status mereka dan sms selalu mengenai tugas akhir. Sehingga rasa takut selalu
menghantuiku. Akan tetapi rasa takut sedikit demi sedikit itu hilang dengan
dukungan dan semangat dari orang tua
Bulan Maret aku sudah balek ke Bogor untuk menyusun tugas akhir.
Dua hari setelah aku balek dari Madura ke Bogor tepatnya hari sabtu aku bertemu
dengan pak syamsul untuk konsultasi mengenai tugas akhir. Akan tetapi pada hari
itu aku bingung bagaimana cara konsultasi dan apa yang harus kukatakan, apalagi
aku belum pernah ketemu dengan pak syamsul dan aku dengar-dengar dari
teman-teman bahwa pak syamsul itu keras dan pelit nilai….he he he… Tapi……..
Ternyata apa yang di katakan teman-teman itu salah. Kok bisa ya??? Makanya
jangan percaya dengan kata-kata orang sebelum melihat kebenarannya…. Pasti
penasaran kan bagaimana sebenarnya pak syamsul itu…. Hehehe… ayooo Q-ta
lanjutkan ceritanya…..
Entah tanggal berapa aku lupa tapi aku ingatnya itu hari Sabtu…
hehehe… Aku konsultasi dengan pak syamsul yang merupakan hari pertamaku
konsultasi. Di hari pertamaku konsultasi aku hanya menjelaskan menganai judul
dan alur-alur mengenai tugas akhirku. Alhamdulillah di hari pertamaku ini
konsultasi berjalan dengan lancar. Pak syamsul memintaku untuk datang dan
konsultasi lagi pada hari sabtu minggu depan dengan membawa rujukan sesuai dengan
judulku.
Setiap hari sabtu pak syamsul memintaku untuk datang konsultasi
entah itu sudah selesai atau belum, agar apa yang telah aku kerjakan bisa
mengetahui perkembangannya. Oh..Ia.. ada kata-kata yang pak syamsul katakan
padaku yang terus aku ingat dan aku pegang kata-kata itu yaitu :
“ Saya berharap setiap perubahan yang antum tulis atau lakukan
mengenai tugas akhir ini antum harus konsultasikan, agar tahu perkembagannya
sampai mana”.
“ Jangan malas, kerjaannya mahasiswa tingkat akhir itu malas.
Saya juga pernah jadi mahasiswa”.
“ Allah itu melihat atas usaha antum. Insya Allah antum akan
dapatkan sesuai dengan usaha antum”.
“ Bersabar lebih utama bagi antum saat ini… Allah Maha Tahu atas
segala yang antum usahakan”.
“ Keep Calm and research on”
Tidak hanya itu masih banyak kata-kata pak syamsul yang selalu
mendorongku. Dengan kata-kata tersebut selalu mendorongku agar cepat
menyelesaikan tugas akhir ini, sehingga tidak hanya hari sabtu aku datang
menemui pak syamsul hampir tiga kali dalam satu minggu aku menemui beliau
setiap hari senin, selasa dan sabtu.
Hari demi hari. Minggu demi minggu aku lalui dengan semangat dan
senyuman. Capek, letih dan sebagainya hilang begitu saja ketika aku ingat
harapan orang tua dan melihat tugas akhirku belum 100% selesai. Setiap senin,
selasa dan sabtu aku selalu bertemu dengan pak syamsul untuk berkonsultasi
mengenai tugas akhir.
Teman-teman mulai mendaftarkan diri untuk Seminar Proposal
Skripsi, keinginan dan semangat semakin membara dalam diriku untuk menyusul
teman-teman. Bulan April entah pada tanggal berapa aku memberanikan diri mendaftarkan
Seminar Proposal Skripsi di samping itu juga aku mendapat dukungan dan semangat
dari pak syamsul.
Semangat dan motivasi selalu aku dengar dari pak syamsul yang
kata teman-teman menakutkan…hehehe.. padahal tidak. Pak syamsul orangnya baik,
sabar ganteng lagi… he he he. Beliau begitu sabar dan selalu mendengarkan kesah
keluhku selama aku bimbingan. Pernah suatu hari aku merasa minder dan malu pada
teman-teman, karena aku sering konsultasi akan tetapi tidak selesai-selesai.
Aku pun sms pada beliau yang isinya “ Pak maaf sebelumnya, bapak jangan merasa
bosan selalu ketemu dengan saya. Jujur pak saya malu dan minder kepada
teman-teman dan juga bapak, karena datang bolak-balek tidak selesai-selesai”
apa coba jawaban dari pak syamsul….? Pak syamsul hanya menjawab “ Apa yang
dikerjakan akan sesuai dengan hasil yang akan diterima, maka
bersungguh-sungguhlah. Insya Allah”.
Oh ia…. Ini merupakan momen yang tidak bisa aku lupakan, karena
dengan salah satu cara ini aku bisa menyelesaikan tugas akhir tepat waktu
bahkan diantara teman-teman seangkatanku akulah pertama menyerahkan Bindingan
skripsi (bukan sombong tapi merupakan pelajaran untuk diriku…he he he…) waktu
aku sudah satu bulan daftar Seminar Proposal Skripsi tetapi belum juga di
panggil, akhirnya pak syamsul menyuruhku untuk sambil penelitian agar cepat
selesai toh….. entah kapan di panggil bisa saja bulan depan.
Akhirnya aku pun memulai penelitian dan mengutak-atik data. Hari
demi hari aku lalui hanya di depan Net Book, sambil aku latihan untuk
persiapan seminar sampai aku bosan latihan. Hingga akhirnya aku memutuskan
mendaftakan diri untuk ujian Komprehensif dan ujian Tahfidz kebutulan ada teman
yang ngajak. Eh… ternyata... pas aku lihat di Grup yang di panggil duluan ujian
tahfidz dan komprehensif…kecewa deh aku…. Ya udah lah mungkin ini yang terbaik
untukku agar aku bisa fokus dengan penelitian nantik. Alhamdulillah ujian
tahfidz dan ujian komprehensif lulus meski persiapannya kurang dibanding
persiapan untuk seminar.
Entah tanggal berapa tapi seingat aku bulan april panggilan yang
aku tunggu-tunggu ternyata datang juga. Kalau tidak salah hari itu hari senin
aku seminar. Hari ini aku gembira dan senang sekali, akan tetapi pada waktu
sesi pertanyaan aku merasa terharu dan sedih mendengar kata-kata dari pak
syamsul. Aku hampir meneteskan air mata akan tetapi aku tahan takut akan
mengganggu persentasiku. Selama hampir empat tahun baru kali ini aku mendapat
sanjungan atau pujian yang membuatku semangat biasanya hanya makian. Pak
syamsul berkata “ Saya sangat apresiasi sama Aisyah karena semangatnya, hampir
empat kali dalam satu minggu dia bertemu saya. Semoga teman-temannya
termotivasi dengan Aisyah”. Mendengar kata-kata tersebut aku tidak mampu
menahan air mata. Aku ingat masa-masa dimana aku di ejek-ejek sama teman-teman
karena keterbatasanku. Tapi aku selalu berkeinginan akan membuktikan bahwa aku
juga bisa melebihi mereka. Aku tidak seperti yang mereka kira.
“ Kesuksesan tidak hanya dilihat dari kepintaran dan kecerdasan
Q-ta. Pintar dan cerdas tapi tidak mau
berbagi, tidak tahu menempatkan itu sama saja. Kesuksesan akan di raih jika
Q-ta bersungguh-sungguh. Bukan hasil yang dilihat oleh Allah, akan tetapi
usahalah yang akan dilihat. Keberhasilah akan sesuai dengan usaha yang Q-ta
lakukan”. Ini merupakan kata-kata yang selalu menjadi pendorongku.
Hingga akhirnya dengan semangat dan dorongan dari orang tua
terutama pak syamsul yang ku anggap orang tua selama ada di bogor, karena
beliau telah membantu, memberi semangat dan memotivasi selama aku menyelesaikan
tugas akhir, aku dapat menyelesaikan tugas akhirku tepat waktu dan sesuai
harapanku yaitu satu minggu sebelum lebaran ‘Idul Fitri aku bisa Sidang
Skripsi.
Detik-detik akan Sidang Skripsi aku takut… takut tidak lulus dan
sebagainnya. Tapi mau tidak mau harus aku hadapi. Setiap aku persentasi aku
takut mengecewakan pak syamsul, tidak sesuai dengan harapan pak syamsul akan
tetapi aku harus hadapi, karena memang kelemahanku ketika persentasi gerogi.
Meski sudah latihan berapa kali di kosan sampai di depan dosen selalu gerogi.
Mungkin selama ini aku belum pernah bertatap muka dengan ikhwan. Aku akui beru
kali ini aku bertatap muka atau bertemu langsung dengan ikhwan yaitu dosen
pembimbing.
Kehidupan kampus terkadang menyenangkan, tetapi ada kalanya
membosankan. Setiap hari berpacu melawan waktu dan kemampuan diri untuk
memecahkan tugas-tugas, praktikum, belajar menjelang ujian, dan hal-hal lain.
Terlebih ketika di masa-masa akhir semester, banyak teman-teman yang mengeluh
karena ujian semakin dekat, di lain sisi banyak tugas-tugas akhir yang datang
di saat bersamaan. Tak jarang yang harus rela menjejakkan kaki-kaki mereka
seharian di kampus untuk berbagi dan bekerja bersama menyelesaikan semua itu.
Tak sedikit di antara mereka yang selalu semangat dan berjuang
menyelesaikan tugas-tugas itu. Tetapi tak jarang pula ada yang kurang aktif
dalam menanggapi semua itu. Entah karena mereka mudah menyerah, sudah tidak
bernafsu kuliah, atau karena hal-hal yang lain.
Aku sangat bersyukur dan bersyukur mendapatkan dosen pembimbing
seperti pak syamsul. Pak syamsul begitu baik, sabar, disiplin dan tidak pernah
bosan. Setiap aku mengeluh beliau selalu memberi dukungan dan motivasi yang
mebuatku selalu semangat. Hal yang tidak pernah aku lupakan setiap aku di suruh
mencari referensi beliau selalu menyuruhku mencari kebenarannya terlebih dahulu
entah itu buku aslinya atau PDFnya. Bagaimana caranya aku membalas budi baik
pak syamsul. Aku hanya bisa berdoa agar beliau selalu diberi kesehatan dan
selalu dalam lindungan dan ridho Allah.
Pak syamsul aku tidak akan melupakan jasa-jasamu selama ini,
terimakasih dan beribu terimkasih. Engkau telah membantuku dan selalu memberiku
motivasi. Akanku ingat selalu nasehatmu, ilmu yang ku dapat selama belajar
denganmu tidak hanya berguna selama aku di STEI TAZKIA akan tetapi ilmu yang ku
dapat darimu akan bergunan bagi masa depanku. Engkau mengajariku dalam hal
selalu ingat pada Allah bahwa Allah selalu melihat dan mengawasiku. Engakau
mengajariku bagaiamana konsisten, disiplin dan kometmen. Engkau mengajariku
untuk selalu mencari kebenaran. Engakau mengajari bersabar. Dan masih banyak
hal kebaikan yang kau ajari kepadaku. Aku berharap engkau tidak melupakan
mahasiswamu ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar