Senin, 14 Maret 2016

PERJALANAN TUGAS AKHIR SEORANG MAHASISWA

Di Balik kesuksesan yang Q-ta raih
Ada orang yang membuat Q-ta sukses
Yaitu Orang Tua, Guru, Keluarga dan Teman

Bulan Februari entah tanggal berapa aku lupa….hehehe… merupakan hari yang telah aku nanti-nanti selama berminggu-minggu aku tunggu,  yaitu pengumuman ter ACCnya judul skripsi yang aku ajukan dan Alhamdulillahnya judul aku di terima. Akan tetapi pada hari itu aku sangat sedih, aku berfikir aku tidak bisa menyelesaikan tugas akhirku, karna pada waktu itu aku sedang melaksanakan umroh selama satu bulan bersama keluarga sehingga aku mengaggap jatah menulis skripsi tertunda. Aku terus berfikir, aku tidak boleh berlarut dalan kesedihan karna dengan bersedih aku tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini. Pada waktu aku melaksanakan umroh tawaf dan sa’I aku menyempatkan diri untuk terus berdoa dan meminta pertolongan pada Allah agar aku bisa menyelesaikan tugas akhir tempat pada waktu yang telah ditentukan. Dan aku terus berdoa agar aku dapat pembimbing yang sabar, perhatian dan yang selalu memberiku semangat.
Bulan Februari entah tanggal berapa aku juga lupa….hehehe… pengumuman dosen pembimbing sudah ditentukan aku mendapat kabar dari teman bahwa aku mendapat dosen pembimbing Bapak Syamsul Hadi. Aku tidak tahu mana yang bapak Syamsul Hadi, karna sebelumnya aku belum pernah diajari oleh beliau. Karena bertepatan aku masih di Mekkah aku mengrim pesan lewat email dengan bapak syamsul yang merupakan nama panggilan dari Bapak Syamsul Hadi.
Sebenarnya aku tidak enak karena lewat email tapi apa boleh buat, rasa malu dan rasa tidak enak aku buang karna jika aku terus menrus mempunyai rasa itu tugas akhirku tidak akan selesai dan itu merupakan tugas dosen pembimbing dan juga aku. Alhamdulillahnya pak syamsul begitu merespon setiap email yang aku krim. Setiap email yang aku kirim pak syamsul selalu membalasnya. “ Ya Allah terimakasih engkau telah memberiku dosen pembibing yang begitu pengertian” Dalam benakku. Selama aku pulang dari umroh sekitar satu minggu tugas akhir yang telah aku kerjakan aku kirim kepada pak syamsul untuk dikoreksi. Selama dirumah aku tidak tenang karena aku dihantui oleh rasa takut, takut tidak bisa menyelesaikan tugas akhir. Aku iri sama teman-teman, kerana di status mereka dan sms selalu mengenai tugas akhir. Sehingga rasa takut selalu menghantuiku. Akan tetapi rasa takut sedikit demi sedikit itu hilang dengan dukungan dan semangat dari orang tua
Bulan Maret aku sudah balek ke Bogor untuk menyusun tugas akhir. Dua hari setelah aku balek dari Madura ke Bogor tepatnya hari sabtu aku bertemu dengan pak syamsul untuk konsultasi mengenai tugas akhir. Akan tetapi pada hari itu aku bingung bagaimana cara konsultasi dan apa yang harus kukatakan, apalagi aku belum pernah ketemu dengan pak syamsul dan aku dengar-dengar dari teman-teman bahwa pak syamsul itu keras dan pelit nilai….he he he… Tapi…….. Ternyata apa yang di katakan teman-teman itu salah. Kok bisa ya??? Makanya jangan percaya dengan kata-kata orang sebelum melihat kebenarannya…. Pasti penasaran kan bagaimana sebenarnya pak syamsul itu…. Hehehe… ayooo Q-ta lanjutkan ceritanya…..
Entah tanggal berapa aku lupa tapi aku ingatnya itu hari Sabtu… hehehe… Aku konsultasi dengan pak syamsul yang merupakan hari pertamaku konsultasi. Di hari pertamaku konsultasi aku hanya menjelaskan menganai judul dan alur-alur mengenai tugas akhirku. Alhamdulillah di hari pertamaku ini konsultasi berjalan dengan lancar. Pak syamsul memintaku untuk datang dan konsultasi lagi pada hari sabtu minggu depan dengan membawa rujukan sesuai dengan judulku.
Setiap hari sabtu pak syamsul memintaku untuk datang konsultasi entah itu sudah selesai atau belum, agar apa yang telah aku kerjakan bisa mengetahui perkembangannya. Oh..Ia.. ada kata-kata yang pak syamsul katakan padaku yang terus aku ingat dan aku pegang kata-kata itu yaitu :
“ Saya berharap setiap perubahan yang antum tulis atau lakukan mengenai tugas akhir ini antum harus konsultasikan, agar tahu perkembagannya sampai mana”.
“ Jangan malas, kerjaannya mahasiswa tingkat akhir itu malas. Saya juga pernah jadi mahasiswa”.
“ Allah itu melihat atas usaha antum. Insya Allah antum akan dapatkan sesuai dengan usaha antum”.
“ Bersabar lebih utama bagi antum saat ini… Allah Maha Tahu atas segala yang antum usahakan”.
“ Keep Calm and research on”
Tidak hanya itu masih banyak kata-kata pak syamsul yang selalu mendorongku. Dengan kata-kata tersebut selalu mendorongku agar cepat menyelesaikan tugas akhir ini, sehingga tidak hanya hari sabtu aku datang menemui pak syamsul hampir tiga kali dalam satu minggu aku menemui beliau setiap hari senin, selasa dan sabtu.
Hari demi hari. Minggu demi minggu aku lalui dengan semangat dan senyuman. Capek, letih dan sebagainya hilang begitu saja ketika aku ingat harapan orang tua dan melihat tugas akhirku belum 100% selesai. Setiap senin, selasa dan sabtu aku selalu bertemu dengan pak syamsul untuk berkonsultasi mengenai tugas akhir.
Teman-teman mulai mendaftarkan diri untuk Seminar Proposal Skripsi, keinginan dan semangat semakin membara dalam diriku untuk menyusul teman-teman. Bulan April entah pada tanggal berapa aku memberanikan diri mendaftarkan Seminar Proposal Skripsi di samping itu juga aku mendapat dukungan dan semangat dari pak syamsul.
Semangat dan motivasi selalu aku dengar dari pak syamsul yang kata teman-teman menakutkan…hehehe.. padahal tidak. Pak syamsul orangnya baik, sabar ganteng lagi… he he he. Beliau begitu sabar dan selalu mendengarkan kesah keluhku selama aku bimbingan. Pernah suatu hari aku merasa minder dan malu pada teman-teman, karena aku sering konsultasi akan tetapi tidak selesai-selesai. Aku pun sms pada beliau yang isinya “ Pak maaf sebelumnya, bapak jangan merasa bosan selalu ketemu dengan saya. Jujur pak saya malu dan minder kepada teman-teman dan juga bapak, karena datang bolak-balek tidak selesai-selesai” apa coba jawaban dari pak syamsul….? Pak syamsul hanya menjawab “ Apa yang dikerjakan akan sesuai dengan hasil yang akan diterima, maka bersungguh-sungguhlah. Insya Allah”.
Oh ia…. Ini merupakan momen yang tidak bisa aku lupakan, karena dengan salah satu cara ini aku bisa menyelesaikan tugas akhir tepat waktu bahkan diantara teman-teman seangkatanku akulah pertama menyerahkan Bindingan skripsi (bukan sombong tapi merupakan pelajaran untuk diriku…he he he…) waktu aku sudah satu bulan daftar Seminar Proposal Skripsi tetapi belum juga di panggil, akhirnya pak syamsul menyuruhku untuk sambil penelitian agar cepat selesai toh….. entah kapan di panggil bisa saja bulan depan.
Akhirnya aku pun memulai penelitian dan mengutak-atik data. Hari demi hari aku lalui hanya di depan Net Book, sambil aku latihan untuk persiapan seminar sampai aku bosan latihan. Hingga akhirnya aku memutuskan mendaftakan diri untuk ujian Komprehensif dan ujian Tahfidz kebutulan ada teman yang ngajak. Eh… ternyata... pas aku lihat di Grup yang di panggil duluan ujian tahfidz dan komprehensif…kecewa deh aku…. Ya udah lah mungkin ini yang terbaik untukku agar aku bisa fokus dengan penelitian nantik. Alhamdulillah ujian tahfidz dan ujian komprehensif lulus meski persiapannya kurang dibanding persiapan untuk seminar.
Entah tanggal berapa tapi seingat aku bulan april panggilan yang aku tunggu-tunggu ternyata datang juga. Kalau tidak salah hari itu hari senin aku seminar. Hari ini aku gembira dan senang sekali, akan tetapi pada waktu sesi pertanyaan aku merasa terharu dan sedih mendengar kata-kata dari pak syamsul. Aku hampir meneteskan air mata akan tetapi aku tahan takut akan mengganggu persentasiku. Selama hampir empat tahun baru kali ini aku mendapat sanjungan atau pujian yang membuatku semangat biasanya hanya makian. Pak syamsul berkata “ Saya sangat apresiasi sama Aisyah karena semangatnya, hampir empat kali dalam satu minggu dia bertemu saya. Semoga teman-temannya termotivasi dengan Aisyah”. Mendengar kata-kata tersebut aku tidak mampu menahan air mata. Aku ingat masa-masa dimana aku di ejek-ejek sama teman-teman karena keterbatasanku. Tapi aku selalu berkeinginan akan membuktikan bahwa aku juga bisa melebihi mereka. Aku tidak seperti yang mereka kira.
“ Kesuksesan tidak hanya dilihat dari kepintaran dan kecerdasan Q-ta. Pintar dan cerdas  tapi tidak mau berbagi, tidak tahu menempatkan itu sama saja. Kesuksesan akan di raih jika Q-ta bersungguh-sungguh. Bukan hasil yang dilihat oleh Allah, akan tetapi usahalah yang akan dilihat. Keberhasilah akan sesuai dengan usaha yang Q-ta lakukan”. Ini merupakan kata-kata yang selalu menjadi pendorongku.
Hingga akhirnya dengan semangat dan dorongan dari orang tua terutama pak syamsul yang ku anggap orang tua selama ada di bogor, karena beliau telah membantu, memberi semangat dan memotivasi selama aku menyelesaikan tugas akhir, aku dapat menyelesaikan tugas akhirku tepat waktu dan sesuai harapanku yaitu satu minggu sebelum lebaran ‘Idul Fitri aku bisa Sidang Skripsi.
Detik-detik akan Sidang Skripsi aku takut… takut tidak lulus dan sebagainnya. Tapi mau tidak mau harus aku hadapi. Setiap aku persentasi aku takut mengecewakan pak syamsul, tidak sesuai dengan harapan pak syamsul akan tetapi aku harus hadapi, karena memang kelemahanku ketika persentasi gerogi. Meski sudah latihan berapa kali di kosan sampai di depan dosen selalu gerogi. Mungkin selama ini aku belum pernah bertatap muka dengan ikhwan. Aku akui beru kali ini aku bertatap muka atau bertemu langsung dengan ikhwan yaitu dosen pembimbing.
Kehidupan kampus terkadang menyenangkan, tetapi ada kalanya membosankan. Setiap hari berpacu melawan waktu dan kemampuan diri untuk memecahkan tugas-tugas, praktikum, belajar menjelang ujian, dan hal-hal lain. Terlebih ketika di masa-masa akhir semester, banyak teman-teman yang mengeluh karena ujian semakin dekat, di lain sisi banyak tugas-tugas akhir yang datang di saat bersamaan. Tak jarang yang harus rela menjejakkan kaki-kaki mereka seharian di kampus untuk berbagi dan bekerja bersama menyelesaikan semua itu.
Tak sedikit di antara mereka yang selalu semangat dan berjuang menyelesaikan tugas-tugas itu. Tetapi tak jarang pula ada yang kurang aktif dalam menanggapi semua itu. Entah karena mereka mudah menyerah, sudah tidak bernafsu kuliah,  atau karena hal-hal yang lain.
Aku sangat bersyukur dan bersyukur mendapatkan dosen pembimbing seperti pak syamsul. Pak syamsul begitu baik, sabar, disiplin dan tidak pernah bosan. Setiap aku mengeluh beliau selalu memberi dukungan dan motivasi yang mebuatku selalu semangat. Hal yang tidak pernah aku lupakan setiap aku di suruh mencari referensi beliau selalu menyuruhku mencari kebenarannya terlebih dahulu entah itu buku aslinya atau PDFnya. Bagaimana caranya aku membalas budi baik pak syamsul. Aku hanya bisa berdoa agar beliau selalu diberi kesehatan dan selalu dalam lindungan dan ridho Allah.

Pak syamsul aku tidak akan melupakan jasa-jasamu selama ini, terimakasih dan beribu terimkasih. Engkau telah membantuku dan selalu memberiku motivasi. Akanku ingat selalu nasehatmu, ilmu yang ku dapat selama belajar denganmu tidak hanya berguna selama aku di STEI TAZKIA akan tetapi ilmu yang ku dapat darimu akan bergunan bagi masa depanku. Engkau mengajariku dalam hal selalu ingat pada Allah bahwa Allah selalu melihat dan mengawasiku. Engakau mengajariku bagaiamana konsisten, disiplin dan kometmen. Engkau mengajariku untuk selalu mencari kebenaran. Engakau mengajari bersabar. Dan masih banyak hal kebaikan yang kau ajari kepadaku. Aku berharap engkau tidak melupakan mahasiswamu ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar