Rabu, 16 Maret 2016

Hati yang risau

Aku bukan tidak mau pulang, tapi tolong biarkan hatiku tenang dulu. Biarkan hati ini siap untuk pulang. Biarkan orang lain berfikiran dan berkata apa pun kepadaku. Aku kan berupaya untuk memahami mereka, karena mereka tidak merasakan apa yang selama ini aku rasakan. Aku merasa tertekan. Sebenarnya hati ini risau dan sedih. Sebenarnya aku kangen dan rindu pada ummi dan aba. Tapi hati ini belum siap.
Bukan aku lari,  Bukan aku tidak membutuhkan  seseorang. Pasti seorang anak pasti akan membutuhkan orang tua. Tapi aku belum siap.
Seandainya orang lain tahu apa yang aku rasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar