Minggu, 22 Desember 2013

PERJALANAN YANG MULUS



PERJALANAN YANG MULUS

Biaya pendidikan di kota ini sangat mahal, makin tahun makin mahal.  Alhamdulillah aku dikampus ini mendapatkan beasiswa penuh sampai selesai tanpa biaya apapun kecuali biaya hidup bayar sendiri. Dari beasiswa ini aku merasakan kegembiraan dan kesedihan, bahagia karena bisa mengurangi beban orang tua dan juga merasa sedih, karena belum bisa apa-apa. Aku kuliah tanpa bekal apapun hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Aku sering bertanya pada diri  saya sendiri.
“mengapa saya bisa diterima dikampus ini, padahal aku belum mempunyai bekal apa pun?”.
Tapi dengan ini aku bisa mengambil pelajaran dari pengalaman yang aku hadapi selama kuliah dan berada didaerah orang lain, bahwas eseorang bias diterima di Universitas tidak harus mempunyai bekal yang sangat tinggi, tetapi juga butuh motivasi dan keinginan dari kita sendiri. Dan  karena semua ini adalah kehendak dan rencana Allah.
Suatu saat aku di ajak jalan-jalan sama ayah, untuk melihat Universitas di Bogor, yang tidak jauh dari kampus kakakku. Tiba aku dan ayah di suatu kampus yang bernama STEI Tazkia yang letaknya di Dramaga Bogor. Ketemulah ayah dengan salah satu dosen dan merekan gobrol-ngobrol. Tanpaku  duga dosen itu berkata.
“Adek langsung masuk aja di kampus ini”, kata salah satu dosen.
Beneran pak??? Kataku.
Ia benar dek” jawab dosen
Betapa bahagianya saya bisa diterima di kampus Tazkia, tanpa bekal apa pun, karena saya hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) apalagi saya masuk d kampus tazkia tanpa tes, tidak seperti mahasiwa lainnya, mereka harus tes dan ikut beberapa kegiatan, sedangkan aku tidak.
 Pertama aku masuk tazkia keesokannya langsung kuliah. Ketika aku sudah mengikuti perkuliahan cobaan demi cobaan datang menghampriku, mulai dari pelajaran yang belum bisa sampai makian dari teman-teman, tapi aku mencoba untuk sabar dan tabah dalam menghadapi semua ini. Karena aku pingin membuktikan bahwa bukan semua orang yang mempunyai bekal dan pandai yang berhasil, akan tetapi orang yang tidak mempunyai bekal dan pas-pasan juga bisa berhasil.
Hari demi hari kulewati dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Di suatu saat aku mau mengerjakan tugas dari dosen, ketika itu aku bertanya sama teman kamar aku bagaimanacaranya, betapa kagetnya aku, ketika temanku berkata,
“ Masak Cuma seperti ini kamu tidak tahu, padahal ini gampang, kamu itu mondok dimana sich kok tidak tahu apa-apa”. Kata salah satu teman sekamarku.
Takterasa air mataku mengalir dengan sendirinya, Ya Allah berilah kesabaran dan ketabahan kepada hamba dalam mengahadapi semua ini, berilah teman hamba tidak seperti apa yang hamba alami sekarang”. Inilah kata-kata yang muncul ketika aku mendengar kata-kata dari teman sekamarku.
Tibalah pada pelajaran yang paling aku benci dan yang belum aku bisa meski sebelum aku kulian aku sempat belajar sebentar. Waktu itu pelajarannya Bahasa Inggris sama dosen kita disuruh kenalan pakek bahasa inggris dan disuruh maju kedepan, ketika itu aku mulai takut dan tidak percaya diri. Tibalah pada giliranku untuk memperkenalkan diriku, betapa malunya aku ketika ditanya, tapi aku tidak faham apa yang ditanyakan dosen kepadaku, sungguh bodohnya aku. Dari itu aku tidak percaya diri dan tidak PD.
Setiap hari sehabis pulang kuliah pasti kerjaanku menangis, karena aku merasa tidak mampu dalam pelajaran dikampus, aku terus menguluh dan mengadu kepada orang tua, mungkin orang tuaku bisa memberiku semangat. Dan setiap aku dimaki-maki ataupun dikelas belum bisa, aku selalu sms pada orang tua untuk berhenti dari kampus, karena aku merasa tidak mampu dalam pelajarannya, tetapi ortuku tidak mengizinkan, karena sudah terlanjur masuk tazkia. Karena aku mintak berhenti tidak di perbolehkan, dari itu aku hanya bisa pasrah dan pasrah, karena aku percaya bahwa apa yang aku hadapi sekarang adalah kehendak Allah dan Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya melaikan Allah tahu bahwa hamba-Nya sanggup melewati cobaan tersebut. Meski cobaan terus datang aku tetap bersyukur karena semester demi semester nilaiku meningkat.
Tibalah pada semester tiga yang mana aku danteman-teman se angkatan harus pindah ke Tazkia yang ada di Sentul. Dan baru kali ini aku merasakan satu ruangan bersama ikhwan, meski tempat duduknya pisah, tapi aku merasa tidak enak dan tidak bebasa palagi teman-teman kelasaku pintar-pintar. Ada salah satu teman yang orangnya tidak mau dikalahkan sama orang lain, sampai-sampai diasering memaki saya, tapi saya tidak pernah menjauh dari dia meski dia sering memakiku, karena aku berpikir kalau tidak belajar dengan dia siapa lagi, soalnya hanya dia yang satu kontrakan denganku, sedangkan teman-teman se kelasku yang lain kontrakannya jauh. Sebut saja namanya Ami
Waktu itu aku pernah main di kamar ami, dan waktu itu juga aku membacabuku.
“ kamu tidak lulus ya, bahasa indonesianya? Baca bahasa indonesia saja kayak gitu, pantes bahasa inggrisnya tidak lulus”. Kata Ami
Betapa terkejutnya aku ketika dia bilang seperti itu, tapi apa salahnya sich kita belajar untuk mengetahuinya. Masih banyak makian dia kepadaku, tapi sama aku hanya di buat penyemangat. Aku heran, ketika aku faham tentang pelajaran misalkan, Managemen Keuangan, ami seperti tidak terima, pernah aku belajar bareng ama dia, pas aku bilangin caranya bukan seperti itu, dia ngambek dan dia seperti marah. Ya begitulah kalau orang pintar. Maka dari itu aku bisa mengambil hikmah, Allah memberiku seperti ini atau pas-pasan agar aku itu tidak sombong dan aku harus saling mengerti satu sama lain. Karena aku lihat kebanyakan orang pintar itu sombong.
Meski aku kuliah tanpa modal, aku akan membuktikan kepada orang tua, keluarga dan teman-teman apalagi yang sering menghinaku, bahwa aku bisa melebihi mereka dan aku bisa menjadi wisudawan yang terbaik. Amin
Selang beberapa tahun kemudian tibalah waktu yang aku tunggu-tunggu, yaitu pengumuman kelulusan, betapa terkejutnya ketika nama aku di sebut. Siti Khodijah dengan nilai IP 4 dan IPK 4. Tidak terasa air mataku mengalir dengan sendirinya, inilah hasil perjuanganku selama ini, ternyata sebuah perjuangan itu tidak akan sia-sia. Allah tidak akan melihat hasil kita, tetapi Allah melihat seberapa besar perjuangan kita itulah hasil kita. Tidak hanya itu kebahagian datang ketika aku wisuda ternyata apa yang aku inginkan tercapai, yaitu menjadi wisuda terbaik. Akhirnya aku bisa membuktikan kepada orang tua, keluarga dan teman-teman bahwa aku bisa melebihi mereka, dan aku bisa menyatakan meski kita mempunyai bekal sedikit kita pasti bisa.
Dan bekal sedikit bukan alasan untuk tidak mencapai cita-cita justru Insya Allah dengan bekal sedikit kita bisa menjadi yang terbaik asalkan kita mau bekerja keras, semangat, sabar, tabah dan tawakal. Semua hanya Allah yang tahu, kita tidak tahu takdir Allah.
Pantaskah kita Mengeluh...?
            Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin.....”Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki,cukup Ku berkata “Jadi”,maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw....”Allah menjawab : “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba :9)
Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah,gak sanggup rasanya...”Allah Azza Wa Jalla menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)
Ketika kita mengeluh : “Stressss nih...Panik...”Allah Azza Wa Jalla menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS.Ar-Ro’d :28)
Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh... ini mah semua bakal sia-sia..”Allah Azza Wa Jalla menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun,niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7)
Ketika kita mengeluh : “Gile aja Aku sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantuin...”Allah menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)
Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih banget deh aku...” Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)
kita semua yang mulai galau atas perhatian Allah yangg serasa jauh dari kita padahal sebaliknya Allah dekat selalu (QS. Al-Baqarah 186).
Itulah kata-kata yang menjadi semangatku....


BY
KENBY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar