Biaya pendidikan di kota ini sangat mahal, makin tahun makin mahal. Alhamdulillah aku dikampus ini mendapatkan beasiswa
penuh sampai selesai tanpa biaya apapun kecuali biaya hidup bayar sendiri. Dari
beasiswa ini aku merasakan kegembiraan dan kesedihan, bahagia karena bisa mengurangi
beban orang tua dan juga merasa sedih, karena belum bisa apa-apa. Aku kuliah tanpa
bekal apapun hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Aku sering bertanya pada diri saya sendiri.
“mengapa saya bisa diterima dikampus ini, padahal aku belum mempunyai
bekal apa pun?”.
Tapi dengan ini aku bisa mengambil pelajaran dari pengalaman yang
aku hadapi selama kuliah dan berada didaerah orang lain, bahwas eseorang bias diterima
di Universitas tidak harus mempunyai bekal yang sangat tinggi, tetapi juga
butuh motivasi dan keinginan dari kita sendiri. Dan karena semua ini adalah kehendak dan rencana
Allah.
Suatu saat aku di ajak jalan-jalan sama ayah, untuk melihat Universitas
di Bogor, yang tidak jauh dari kampus kakakku. Tiba aku dan ayah di suatu kampus
yang bernama STEI Tazkia yang letaknya di Dramaga Bogor. Ketemulah ayah dengan salah
satu dosen dan merekan gobrol-ngobrol. Tanpaku duga dosen
itu berkata.
“Adek langsung masuk aja di kampus ini”, kata
salah satu dosen.
Beneran pak??? Kataku.
Ia benar dek” jawab dosen
Betapa bahagianya saya bisa diterima di kampus
Tazkia, tanpa bekal apa pun, karena saya hanya lulusan Sekolah Dasar (SD)
apalagi saya masuk d kampus tazkia tanpa tes, tidak seperti mahasiwa lainnya, mereka
harus tes dan ikut beberapa kegiatan, sedangkan aku tidak.
Pertama
aku masuk tazkia keesokannya langsung kuliah. Ketika aku sudah mengikuti
perkuliahan cobaan demi cobaan datang menghampriku, mulai dari pelajaran yang belum
bisa sampai makian dari teman-teman, tapi aku mencoba untuk sabar dan tabah
dalam menghadapi semua ini. Karena aku pingin membuktikan bahwa bukan semua
orang yang mempunyai bekal dan pandai yang berhasil, akan tetapi orang yang
tidak mempunyai bekal dan pas-pasan juga bisa berhasil.
Hari demi hari kulewati dengan penuh kesabaran
dan ketabahan. Di suatu saat aku mau mengerjakan tugas dari dosen, ketika itu aku
bertanya sama teman kamar aku bagaimanacaranya, betapa kagetnya aku, ketika temanku
berkata,
“ Masak Cuma seperti ini kamu tidak tahu,
padahal ini gampang, kamu itu mondok dimana sich kok tidak tahu apa-apa”. Kata
salah satu teman sekamarku.
Takterasa air mataku mengalir dengan sendirinya,
„Ya Allah berilah kesabaran dan ketabahan kepada hamba dalam mengahadapi
semua ini, berilah teman hamba tidak seperti apa yang hamba alami sekarang”. Inilah
kata-kata yang muncul ketika aku mendengar kata-kata dari teman sekamarku.
Tibalah pada pelajaran yang paling aku benci
dan yang belum aku bisa meski sebelum aku kulian aku sempat belajar sebentar.
Waktu itu pelajarannya Bahasa Inggris sama dosen kita disuruh kenalan pakek
bahasa inggris dan disuruh maju kedepan, ketika itu aku mulai takut dan tidak
percaya diri. Tibalah pada giliranku untuk memperkenalkan diriku, betapa
malunya aku ketika ditanya, tapi aku tidak faham apa yang ditanyakan dosen
kepadaku, sungguh bodohnya aku. Dari itu aku tidak percaya diri dan tidak PD.
Setiap hari sehabis pulang kuliah pasti
kerjaanku menangis, karena aku merasa tidak mampu dalam pelajaran dikampus, aku
terus menguluh dan mengadu kepada orang tua, mungkin orang tuaku bisa memberiku
semangat. Dan setiap aku dimaki-maki ataupun dikelas belum bisa, aku selalu sms
pada orang tua untuk berhenti dari kampus, karena aku merasa tidak mampu dalam
pelajarannya, tetapi ortuku tidak mengizinkan, karena sudah terlanjur masuk
tazkia. Karena aku mintak berhenti tidak di perbolehkan, dari itu aku hanya
bisa pasrah dan pasrah, karena aku percaya bahwa apa yang aku hadapi sekarang
adalah kehendak Allah dan Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya
melaikan Allah tahu bahwa hamba-Nya sanggup melewati cobaan tersebut. Meski
cobaan terus datang aku tetap bersyukur karena semester demi semester nilaiku
meningkat.
Tibalah pada semester tiga yang mana aku danteman-teman
se angkatan harus pindah ke Tazkia yang ada di Sentul. Dan baru kali ini aku merasakan
satu ruangan bersama ikhwan, meski tempat duduknya pisah, tapi aku merasa tidak
enak dan tidak bebasa palagi teman-teman kelasaku pintar-pintar. Ada salah satu
teman yang orangnya tidak mau dikalahkan sama orang lain, sampai-sampai diasering
memaki saya, tapi saya tidak pernah menjauh dari dia meski dia sering memakiku,
karena aku berpikir kalau tidak belajar dengan dia siapa lagi, soalnya hanya dia
yang satu kontrakan denganku, sedangkan teman-teman se kelasku yang lain
kontrakannya jauh. Sebut saja namanya Ami
Waktu itu aku pernah main di kamar ami, dan waktu itu juga aku membacabuku.
“ kamu tidak lulus ya, bahasa indonesianya? Baca
bahasa indonesia saja kayak gitu, pantes bahasa inggrisnya tidak lulus”. Kata
Ami
Betapa terkejutnya aku ketika dia bilang
seperti itu, tapi apa salahnya sich kita belajar untuk mengetahuinya. Masih
banyak makian dia kepadaku, tapi sama aku hanya di buat penyemangat. Aku heran,
ketika aku faham tentang pelajaran misalkan, Managemen Keuangan, ami seperti
tidak terima, pernah aku belajar bareng ama dia, pas aku bilangin caranya bukan
seperti itu, dia ngambek dan dia seperti marah. Ya begitulah kalau orang
pintar. Maka dari itu aku bisa mengambil hikmah, Allah memberiku seperti ini
atau pas-pasan agar aku itu tidak sombong dan aku harus saling mengerti satu
sama lain. Karena aku lihat kebanyakan orang pintar itu sombong.
Meski aku kuliah tanpa modal, aku akan
membuktikan kepada orang tua, keluarga dan teman-teman apalagi yang sering
menghinaku, bahwa aku bisa melebihi mereka dan aku bisa menjadi wisudawan yang
terbaik. Amin
Selang beberapa tahun kemudian tibalah waktu
yang aku tunggu-tunggu, yaitu pengumuman kelulusan, betapa terkejutnya ketika
nama aku di sebut. Siti Khodijah dengan nilai IP 4 dan IPK 4. Tidak terasa air
mataku mengalir dengan sendirinya, inilah hasil perjuanganku selama ini,
ternyata sebuah perjuangan itu tidak akan sia-sia. Allah tidak akan melihat
hasil kita, tetapi Allah melihat seberapa besar perjuangan kita itulah hasil
kita. Tidak hanya itu kebahagian datang ketika aku wisuda ternyata apa yang aku
inginkan tercapai, yaitu menjadi wisuda terbaik. Akhirnya aku bisa membuktikan
kepada orang tua, keluarga dan teman-teman bahwa aku bisa melebihi mereka, dan
aku bisa menyatakan meski kita mempunyai bekal sedikit kita pasti bisa.
Dan bekal sedikit bukan alasan untuk tidak
mencapai cita-cita justru Insya Allah dengan bekal sedikit kita bisa menjadi
yang terbaik asalkan kita mau bekerja keras, semangat, sabar, tabah dan
tawakal. Semua hanya Allah yang tahu, kita tidak tahu takdir Allah.
Pantaskah kita Mengeluh...?
Ketika
kita mengeluh : “Ah mana mungkin.....”Allah menjawab : “Jika AKU
menghendaki,cukup Ku berkata “Jadi”,maka jadilah (QS. Yasin ; 82)
Ketika kita mengeluh : “Capek banget
gw....”Allah menjawab : “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.”
(QS.An-Naba :9)
Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah,gak
sanggup rasanya...”Allah Azza Wa Jalla menjawab : “AKU tidak membebani
seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)
Ketika kita mengeluh : “Stressss
nih...Panik...”Allah Azza Wa Jalla menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati
akan menjadi tenang”. (QS.Ar-Ro’d :28)
Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh... ini mah
semua bakal sia-sia..”Allah Azza Wa Jalla menjawab :”Siapa yang mengerjakan
kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun,niscaya ia akan melihat balasannya”.
(QS. Al-Zalzalah :7)
Ketika kita mengeluh : “Gile aja Aku
sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantuin...”Allah menjawab : “Berdoalah
(mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)
Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih banget deh aku...” Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka
cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)
kita semua yang mulai galau atas perhatian
Allah yangg serasa jauh dari kita padahal sebaliknya Allah dekat selalu (QS.
Al-Baqarah 186).
Itulah kata-kata yang menjadi semangatku....
BY
KENBY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar